Sebagai coffee lover tentunya akan terasa hampa bila satu hari saja kita tidak mencium dan merasakan aroma kopi yang memang sedap. Dari mulai kopi original sampai kopi yang dicampur dengan pelengkap lain seperti cream, susu, coklat, dll. Namun satu hal, semua penikmat kopi akan berkata secara kompak bagaikan sekelompok paduan suara yang menyanyikan sebuah lagu, bahwa kopi memang Mak Nyus (Kalau boleh mengutip ucapan dari Pak Bondan).

Mengawali sebuah cerita, berkumpulah beberapa orang sahabat yang telah lama tidak bertemu satu sama lain. Kemudian muncul sebuah ide dari salah satu diantara mereka, bahwa pada momen bahagia seperti ini ada baiknya bila diluangkan waktu pulalah untuk mengunjungi  satu  Guru favorit mereka pada saat mereka masih  SMA.

Singkat kata sampailah mereka dirumah sang Guru favorit, canda tawa serta kegembiraan mewarnai cerita-cerita diantara mereka, mulai dari cerita keluarga, pekerjaan, karir dan lain sebagainya. Melihat kegembiraan serta keberhasilan murid-muridnya sang guru pun tersenyum dan merasa bangga, namun disela hangatnya perbincangan tersebut sang Guru masuk ke dapur dan mengambil sebuah teko yang berisi kopi yang aromanya tercium bagaikan aroma bunga yang baru saja mekar…sedap…

Bersamaan dengan dibawanya satu teko kopi dibawa juga beberapa gelas yang terdiri dari beberapa macam jenis, ada yang terbuat dari kaca, plastik, kristal, perunggu dll. Kemudian dituangkannya kopi tersebut kedalam masing-masing gelas tersebut, setelah semua terisi penuh maka sang Guru mempersilakanlah para anak didiknya untuk segera menikmati kopi yang aromanya sudah membuat hidung menari mengikuti alunan uap yang keluar dari masing-masing gelas.

Beberapa saat kemudian para murid sudah memegang masing-masing gelas yang berisi kopi yang dipilihnya, sementara yang ada dimeja tinggal-lah beberapa gelas yang juga berisi kopi yang sama. Kemudian sang Guru berkata kepada murid-muridnya, ” Anak-anakku, apakah kalian melihat ada sesuatu yang aneh dimeja ?” Serentak kemudian para murid berfikir, tentunya tidak ada yang aneh, hanya gelas-gelas yang berisi kopi yang tersisa, memang jumlahnya lebih dari jumlah orang yang ada.

Kemudian sang Guru melanjutkan kata-katanya ” Tidakkah kalian perhatikan, bahwa gelas yang tersisa di meja adalah gelas yang biasa saja, terbuat dari plastik ?, dan gelas yang ada di tangan-tangan kalian adalah gelas yang bagus dan indah ?”. “Maksudnya apa Guru ?” Tanya salah seorang murid yang kebingungan. Kemudian yang guru tersenyum dan menjawab “Gelas yang ada di tangan kalian ibarat kesuksesan, karir, kekayaan yang kalian dapatkan selama ini, setelah kalian mendapatkan gelas yang kalian pilih, kalian mulai melihat gelas-gelas lain yang dipegang oleh teman-teman kalian dan mulai mebanding-bandingkannya, memang manusiawi untuk memilih sesuatu yang baik diantara yang ada, namun satu yang harus kalian juga harus sadari bahwa yang akan kalian nikmati adalah kopinya bukan gelasnya. Begitu juga halnya dengan kehidupan nikmatilah kehidupan bukan hanya karena atribut yang menempel pada kehidupan kalian”. Sebuah pelajaran berharga yang didapatkan dari seorang Guru yang bijaksana.

Kesimpulan yang bisa kita ambil dari cerita diatas adalah — Kopi memang Mak Nyus :)