Katanya (1), hidup paling enak itu kalo kita menjadi orang yang beruntung.
Katanya(2), orang pinter itu kalah sama orang yang beruntung.
Katanya(3), kebanyakan orang yang beruntung itu adalah orang-orang pinter juga.
Lalu bagaimana untuk menjadi orang yang beruntung itu?
Oke lah kita misalkan saja keberuntungan itu adalah suatu kejadian acak dan random ( kayak pelajaran probabilitas dan stokastik saja…), karena kemungkinan besar keberuntungan jatuh pada orang-orang yang pinter maka hal pertama yang harus kita lakukan untuk mendapatkan keberuntungan adalah menjadi orang pinter lebih dulu.
Lalu bagaimana orang itu bisa disebut pinter ? menurut riwayat orang pandai/pinter adalah orang yang selalu ingat mati, sehingga dengan begitu dia akan selalu menjaga tindak-tanduknya bertujuan untuk mengejar suatu target yang tidak hanya target jangka pendek, tetapi target jangka panjang, sebuah target yang memang sudah di buat oleh Sang Maha Pencipta untuk kita ikuti.
Lalu apakah dengan hanya mengingat mati kita sudah tergolong orang yang pinter ? Tentu saja tidak itu adalah sebuah awal, sebuat titik yang harus kita lewati untuk menjadi orang pinter.
Lalu bagaimana caranya mengingat mati ? Untuk mengingat mati biasakan hidup ‘kasar’, dengan begitu Anda akan mengingat mati. Kasar disini bukan berarti kita hidup serba kekurangan tapi bisa dikatakan juga hidup sederhana dan tidak berlebih-lebihan, serta tidak memandang harta sebagai tolak ukur keberhasilan seseorang.
Dan setelah Anda melewati itu semua dan Anda belum juga merasa menjadi orang yang beruntung, maka sadarkanlah diri Anda karena pada tahap ini Anda sudah menjadi orang yang beruntung, karena anda sudah tau kemana harus melangkahkan kaki Anda….





















